Showing posts with label tourism object. Show all posts
Showing posts with label tourism object. Show all posts

Investor dari Lima Negara Berminat Garap Mandalika di Lombok

0 comments
Investor dari lima negara yakni Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Singapura dan Australia, berminat menggarap kawasan wisata Mandalika yang terletak di bagian selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hery Erpan Rayes, di Mataram, Kamis, mengatakan investor dari lima negara itu sudah menginformasikan minatnya menggarap kawasan wisata Mandalika.

"Kami tengah berkoordinasi dengan manajemen BTDC (Bali Tourism Development Corporation) selaku lembaga yang akan mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Mandalika itu agar investor dari lima negara itu dapat menjadi mitranya," ujarnya. PT BTDC merupakan perusahaan BUMN yang mengembangkan pariwisata Bali, dan tergolong sukses dalam perencanaan dan pengembangan wisata resor Nusa Dua yang kini telah berdiri 25 unit hotel dengan jumlah kamar hampir 4.000 unit.

Semula kawasan wisata Mandalika itu hendak digarap oleh perusahaan Dubai, Emaar Properties LLC, yang kemudian dikabarkan batal berinvestasi di bidang pariwisata terpadu itu karena terkena dampak krisis finansial global di penghujung 2008. Padahal, Pemerintah Indonesia yang diwakili PT BTDC dan Pemerintah Dubai yang diwakili Emaar Properties LLC, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan kawasan wisata terpadu di Pulau Lombok pada 19 Maret 2008.

Lahan investasi yang akan dipergunakan Emaar Properties LLC dan PT BTDC itu seluas 1.250 hektare, terletak di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Emaar Properties berencana menginvestasikan Rp21 triliun dalam kurun waktu 15 tahun pada tiga periode, setiap periode lima tahun dengan nilai investasi tujuh triliun rupiah. Karena Emaar membatalkan rencananya, BTDC mengubah konsep pengembangan kawasan wisata Mandalika itu, dengan konsep yang menyerupai perencanaan dan pengembangan wisata Nusa Dua, kawasan paling ujung selatan Pulau Bali.

BTDC akan membangun infrastruktur dasarnya kemudian menggandeng mitra investor sama seperti di Nusa Dua. Dengan demikian, terjadi perubahan konsep pengembangan kawasan wisata Mandalika, yang sebelumnya hanya melibatkan satu investor besar, kini akan melibatkan banyak investor atau mitra strategis. BTDC yang mencari mitra kerja strategis kemudian bersama-sama membangun infrastruktur dasar, seperti penyediaan listrik bawah tanah dan jalan, serta mengkapling daerah pengembangan wisata itu dalam tiga zona. Zona pengembangan wisata itu kemudian dijual atau disewakan dalam kurun waktu tertentu seperti di Nusa Dua.

Dalam konsep pengembangan wisata Mandalika itu, BTDC membaginya dalam tiga klaster untuk memanfaatkan potensi areal seluas 1.250 hektare. Klaster pertama atau zonasi I mencakup areal seluas 275 hektare untuk pengembangan "residence" atau kawasan perumahan elit yang mungkin akan dijual kepada publik. Klaster kedua atau zonasi II mencakup areal seluas 350 hektare untuk pembangunan kawasan perhotelan, vila dan berbagai resor dengan penataan eksklusif. Sementara zona III seluas 625 hektare juga untuk perhotelan dan vila serta bangunan elit lainnya, bahkan akan ada dua lapangan golf. Masing-masing zonasi mempunyai karakteristik tersendiri, seperti yang ada di Nusa Dua, Bali. Diupayakan pada 2011 ada penandatanganan kesepakatan kerja sama, kemudian BTDC menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sumber : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1249553&page=2
READMORE - Investor dari Lima Negara Berminat Garap Mandalika di Lombok
Share

Festival Bau Nyale

0 comments
Nyale adalah sejenis cacing laut yang biasa hidup di dasar air laut, seperti di lubang-lubang batu karang. Festival Bau Nyale ini diadakan setiap tanggal dua puluh bulan kesepuluh dalam penanggalan Sasak atau lima hari setelah bulan purnama. Biasanya jatuh pada bulan Februari / Maret
Upacara Bau Nyale sudah menjadi tradisi masyarakat setempat yang sulit untuk ditinggalkan, sebab mereka meyakini bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi orang yang meremehkannya.

Acara inti dalam festival ini adalah menangkap nyale yang hanya muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu di Pantai Selatan Pulau Lombok. Nyale akan muncul pada pertengahan malam hingga menjelang subuh.

Menurut keyakinan masyarakat Sasak, Annelida laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini dapat membawa kesejahteraan dan keselamatan, khususnya untuk kesuburan tanah pertanian agar dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Apabila banyak Nyale yang keluar, hal itu menandakan pertanian penduduk akan berhasil.

Nyale yang telah mereka tangkap di pantai, biasanya mereka taburkan ke sawah untuk kesuburan padi. Selain itu, Nyale tersebut mereka gunakan untuk berbagai keperluan seperti santapan (Emping Nyale), lauk-pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Konon, Pada zaman dahulu kala di sepanjang Pantai Selatan terdapat Kerajaan Tonjang Beru dipimpin oleh seorang Raja yang memiliki putri cantik bernama Putri Mandalika.
Kecantikannya banyak memukau pangeran-pangeran di Pulau Lombok. Karena banyaknya pinangan terhadap dirinya dan Putri Mandalika tidak bisa memilih salah satu diantara mereka, Sang Putri memutuskan untuk menceburkan diri ke Pantai Selatan dan berjanji akan kembali setahun sekali. Sesuai dengan perkataannya, ia kembali setiap tahun namun dalam bentuk nyale.

Sebelum perayaan inti dimulai, ada kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan. Pengunjung pada  sore hari mendirikan tenda-tenda kecil untuk peristirahatan sejenak. Dari tenda ini ,bisa menyaksikan Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika.

Banyak pengunjung yang datang ke Pulau Lombok dari berbagai tempat hanya untuk menyaksikan suasana riuh dan ramai ketika menangkap nyale. Pada festival ini tampak suasana kebersamaan dimana masyarakat membaur menjadi satu dengan lainnya mencari nyale secara masif.

Anda juga diperbolehkan berpartisipasi untuk mencari nyale di lokasi ini.
Jika beruntung, anda akan mendapatkan banyak nyale yang menurut penelitian, nyale memiliki kadar protein tinggi dan mampu mengeluarkan zat yang terbukti bisa membunuh kuman-kuman. Cara memasak nyale yang umum di kalangan masyarakat Lombok adalah dengan membungkus nyale dengan daun pisang dan kemudian membakarnya, yang biasa disebut pepes.

Nyale selalu muncul di pantai Selatan Lombok Tengah tepatnya di 16 titik pantai yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga Barat, seperti pesisir Pantai Kaliantan, Pantai Kuta, dan Pantai Selong Belanak. Pantai-pantai ini dikelilingi oleh deretan perbukitan. Namun, lokasi yang paling ramai dikunjungi para pelancong adalah Pantai Seger yang berlokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Untuk menju kawasan ini (desa Kuta), bisa menggunakan transportasi umum dari Terminal Mandalika Kota Mataram menuju Praya (Ibukota Kabupaten Lombok Tengah) yang berjarak kurang lebih 30 km. Dari sana tidak ada yang langsung menuju lokasi wisata, karenanya anda bisa menyewa mobil menuju Desa Kuta.
Jangan lupa sediakan adalah: senter, jaring, dan tempat penyimpanan nyale. Namun biasanya banyak warga setempat yang menyediakan perlatan tersebut.

Fasilitas motel dan penginapan sederhana yang didirikan sekitar lokasi wisata. Selain itu banyak juga kios-kios kecil dan restaurant yang menawarkan aneka masakan khas Pulau Lombok.
Tradisi menangkap Nyale (BAU NYALE) dipercayai timbul akibat pengaruh keadaan alam dan pola kehidupan masyarakat tani yang mempunyai kepercayaan yang mendasar akan kebesaran Tuhan, menciptakan alam dgn segala isinya termasuk binatang sejenis Anelida yang disbt  Nyale. Kemunculannya di pantai Lombok Selatan yang ditandai dengan keajaiban alam sebagai rahmat Tuhan atas mahluk ini.
Beberapa waktu sebelum Nyale keluar hujan turun deras dimalam hari diselingi kilat dan petir yang menggelegar disertai dengan tiupan angin yg sangat kencang. Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama, malam menjelang Nyale hendak keluar, hujan menjadi reda, berganti dengan hujan rintik-rintik, suasana menjadi demikian tenang,

Pada dini hari Nyale mulai menampakkan diri bergulung-gulung bersamaan ombak yang gemuruh memecah pantai, dan secepatnya itu pula Nyale berangsur-angsur lenyap dari permukaan laut bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.

Sumber : http://indotim.net/wisata-nusa-tenggara/wisata-nusa-tenggara-barat/festival-bau-nyale/
READMORE - Festival Bau Nyale
Share

Mawun, Selong Belanak, Sepi dan Belongas Beach

0 comments
Di daerah Barat Kuta dapat dijumpai pantai Mawun, pantai ini berlokasi diantara 2 bukit yang menawarkan pemandangan yang spektakuler dan keaslian pasir putihnya serta ombak yang bagus untuk berselancar. Begitupun pantai Mawi yang memiliki pemandangan dan ombak yang bagus. Lebih ke barat lagi kita kan mendapati pantai Selong Belanak yang merupakan teluk yang berada di antara dataran perbukitan yang membentang menawarkan pemandangan yang sangat bagus dan sangat memungkinkan untuk lokasi penyelaman, berselancar, berenang dan memancing sedangkan lokasi Pantai Sepi berseberangan dengan Belongas merupakan 2 pantai yang cantik dengan akomodasi yang lengkap dan dive center serta lokasi penyelaman yang berkelas.

Sumber : http://lombokgilis.com/objek-wisata-kabupaten-lombok-tengah.html 
READMORE - Mawun, Selong Belanak, Sepi dan Belongas Beach
Share

Tanjung Ann Beach

0 comments
Pantai-pantai ini berlokasi dekat dengan pantai Kuta. A’an (Tanjung A’an) adalah pantai berpasir putih yang cantik dan sangat ideal untuk aktivitas berjemur. Sementara itu jika menginginkan pemandangan dan tempat berselancar yang indah maka Pantai Seger dengan lokasi yang dikelilingi oleh bukit-bukit memiliki pemandangan yang indah dengan ombak yang cukup menantang untuk berselancar. Pantai Gerupuk sendiri merupakan tempat berenang yang bagus dan dari tempat ini para peselancar dapat menggunakan sampan (perahu tradisional) dalam menjangkau ombak untuk berselancar.


Sumber : http://lombokgilis.com/objek-wisata-kabupaten-lombok-tengah.html
READMORE - Tanjung Ann Beach
Share

Kuta Lombok Beach

0 comments
Terletak di dataran yang bergelombang pantai selatan yang indah dan mengesankan dengan hamparan pasir putihnya yang luas ini adalah tempat yang sempurna untuk menjelajah dan pada saat laut surut, kita akan menjumpai lipatan-lipatan kerang, terumbu karang dan berbagai jenis biota laut lainnya. Akomodasi yang tersedia juga cukup beragam mulai dari home stay, penginapan sampai dengan Novotel yang mewah yang kebanyakan menawarkan view ke arah pantai. Masyarakat Lombok juga menyebut pantai ini sebagai pantai Putri Nyale. Setiap tahunnya dibulan ke-10 dalam penanggalan Sasak (sekitar bulan Februari atau Maret) upacara Bau Nyale diadakan. Masyarakat akan berkumpul bersama di malam hari untuk menangkap cacing laut dengan menggunakan senter sambil menyanyikan pantun (semacam puisi tradisional). Daerah ini juga dikenal dan menjadi tempat tujuan wisata utama, sementara itu sisa pantai selatan yang tidak digunakan untuk selancar, diupayakan untuk terus dikembangkan secara bertahap sehingga tempat-tempat tersebut akan dapat mendatangkan keuntungan yang luar biasa.


Sumber : http://lombokgilis.com/objek-wisata-kabupaten-lombok-tengah.html
READMORE - Kuta Lombok Beach
Share

Penujak Traditional Village

0 comments
Desa Penujak yang penduduk dengan tingkat usia bekerja memiliki kemampuan dalam mengkreasikan tembikar, membuat berbagai macam bentuk desain yang menarik. Para wanita yang berpengalaman dalam membuat tembikar akan menurunkan kemampuannya ke generasi berikutnya dalam sebuah upacara tradisi secara turun temurun.





Sumber : http://lombokgilis.com/objek-wisata-kabupaten-lombok-tengah.html
READMORE - Penujak Traditional Village
Share

Sukerare Traditional Village

0 comments
Desa tradisional ini berjarak 28 Km di Tenggara Mataram, desa ini memiliki terobosan dalam industri tenun tradisional. Kemampuan menenun ini mereka dapatkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Masyarakat di desa ini telah terlatih secara tradisi dalam pembuatan kain tenun yang sangat indah dan teratur. Dengan menggunakan benang dari kapas, sutera, emas dan perak mereka mengkreasikannya sedemikian rupa sehingga menghasilkan tenunan dengan desain khas lombok yang asli dan telah terkenal.

Sumber : http://lombokgilis.com/objek-wisata-kabupaten-lombok-tengah.html
READMORE - Sukerare Traditional Village
Share

Admin Status

My Web Link

logo
 

Copyright © 2011 by Bloganol Converted into Blogger Template by Nugroho Hadi Kumoro